Masa pandemi telah menjadi kesempatan untuk bereksperimen dengan cara yang baru dalam berinteraksi dengan orang lain, termasuk saat menggunakan ponsel. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa tips tentang cara menggunakan ponsel dengan bahasa yang efektif di masa pandemi.
1. Gunakan Bahasa Sederhana
Orang-orang yang diranah oleh korona memiliki pendapat berbeda mengenai bagaimana cara menggunakannya dengan efektif, tetapi secara umum, menggunakan bahasa sederhana saat berkomunikasi melalui ponsel adalah kunci. Hindari menggunakan kata-kata yang terlalu formal atau teknis. Gantilah dengan bahasa yang santai dan hangat.
Contohnya, bukan “Maaf saya tidak bisa melakukan apa-apa hari ini karena saya sedang dalam isolasi,” tapi “Halo, aku tidak bisa keluar hari ini karena saya diisolasi.” Kedua kalimat tersebut berbeda jauh!
2. Jangan Lupa Menyampaikan Emosi
Orang juga memiliki pendapat yang berbeda mengenai bagaimana cara menggunakan ponsel dengan efektif di masa pandemi, tetapi secara umum, menyampaikan emosi saat berkomunikasi sangat penting. Hindari hanya menulis kalimat-kalimat teknis atau formal tanpa menyapa emosi.
Contohnya, bukan “Aku sedang isolasi,” tapi “Maaf aku harus isolasi hari ini, aku merasa lelah.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan emosi yang sama!
3. Gunakan Bahasa yang Sesuai dengan Konteks
Di masa pandemi, kita semua harus beradaptasi dengan perubahan-ubahnya. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa yang sesuai dengan konteks saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang merencanakan pertemuan dengan teman, gunakan kalimat-kalimat yang santai dan hangat. Misalnya, “Halo, aku ingin bertemu kamu hari ini,” bukan “Aku akan menghadirkan diri di tempat yang kita janji.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyesuaikan konteks!
4. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat mencakup pertanyaan atau kalimat-kalimat yang berakhir dengan penutup, misalnya “Semoga kamu selamat,” tapi biarkan komentar tetap bermuatan positif.
5. Gunakan Bahasa yang Efektif untuk Berbagi Informasi
Di masa pandemi, kita semua harus berbagi informasi dan pengetahuan dengan cara yang efektif. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa yang efektif saat menyampaikan informasi.
Contohnya, jika kamu sedang membagikan informasi tentang cara isolasi yang aman, gunakan kalimat-kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Misalnya, “Jika kamu harus mengisolasi diri, pastikan untuk menggunakan masker dan menyiramkan tempat dengan air hangat,” bukan “Isolasi itu penting, jadi jangan keluar.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan informasi yang sama!
6. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar Berat
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar berat saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat membicarakan topik yang berat atau sensitif. Misalnya, “Aku sedang merasa sangat kesepian hari ini.” Jika kamu harus membicarakan hal itu, gunakan kalimat-kalimat yang lebih ringan dan positif.
7. Gunakan Bahasa yang Sesuai untuk Mereka yang Terdampak
Di masa pandemi, banyak orang yang terdampak oleh korona, seperti orang tua, anak-anak, atau orang dengan masalah kesehatan.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan ibu Anda yang sakit, gunakan kalimat-kalimat yang lembut dan hangat. Misalnya, “Mama, aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Aku tidak bisa datang, mama.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan emosi yang sama!
8. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar tentang Kesalahan
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar tentang kesalahan saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat membicarakan hal yang salah atau tidak sesuai. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, aku malah salah!” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan kesalahannya!
9. Gunakan Bahasa yang Sesuai untuk Mereka yang Sedang Berjuang
Di masa pandemi, banyak orang yang sedang berjuang karena korona.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman yang sedang berjuang, gunakan kalimat-kalimat yang lembut dan hangat. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, aku malah salah!” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan emosi yang sama!
10. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar tentang Harapan
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar tentang harapan saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat membicarakan hal yang berharap. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, tapi aku berharap kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan harapan yang sama!
11. Gunakan Bahasa yang Efektif untuk Berbagi Informasi dan Pengetahuan
Di masa pandemi, kita semua harus berbagi informasi dan pengetahuan dengan cara yang efektif. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa yang efektif saat menyampaikan informasi.
Contohnya, jika kamu sedang membagikan informasi tentang cara isolasi yang aman, gunakan kalimat-kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Misalnya, “Jika kamu harus mengisolasi diri, pastikan untuk menggunakan masker dan menyiramkan tempat dengan air hangat,” bukan “Isolasi itu penting, jadi jangan keluar.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan informasi yang sama!
12. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar tentang Kesalahan
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar tentang kesalahan saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat membicarakan hal yang salah atau tidak sesuai. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, aku malah salah!” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan kesalahannya!
13. Gunakan Bahasa yang Sesuai untuk Mereka yang Sedang Berjuang
Di masa pandemi, banyak orang yang sedang berjuang karena korona.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman yang sedang berjuang, gunakan kalimat-kalimat yang lembut dan hangat. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, aku malah salah!” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan emosi yang sama!
14. Jangan Terlalu Meninggalkan Komentar tentang Harapan
Di masa pandemi, banyak orang yang merasa kesepian dan membutuhkan interaksi yang lebih sering. Oleh karena itu, penting untuk tidak meninggalkan komentar tentang harapan saat berkomunikasi melalui ponsel.
Contohnya, jika kamu sedang berbicara dengan teman, jangan terlalu cepat membicarakan hal yang berharap. Misalnya, “Aku tidak bisa menghadirkan diri hari ini,” bukan “Hai, aku tidak bisa datang, tapi aku berharap kita bisa bertemu lagi suatu hari nanti.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan harapan yang sama!
15. Gunakan Bahasa yang Efektif untuk Berbagi Informasi dan Pengetahuan
Di masa pandemi, kita semua harus berbagi informasi dan pengetahuan dengan cara yang efektif. Oleh karena itu, penting untuk menggunakan bahasa yang efektif saat menyampaikan informasi.
Contohnya, jika kamu sedang membagikan informasi tentang cara isolasi yang aman, gunakan kalimat-kalimat yang jelas dan mudah dipahami. Misalnya, “Jika kamu harus mengisolasi diri, pastikan untuk menggunakan masker dan menyiramkan tempat dengan air hangat,” bukan “Isolasi itu penting, jadi jangan keluar.” Kedua kalimat tersebut berbeda dalam menyampaikan informasi yang sama!